Kabar gembira datang dari industri perfilman Tanah Air dengan hadirnya sebuah karya baru berjudul Desember Jani. Film keluarga ini menghadirkan nuansa yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Film ini diproduksi oleh Palari Films dan disutradarai oleh Ariani Darmawan. Ceritanya mengangkat hubungan antara Bunda dan anak yang tidak selalu berjalan mulus, Bunda.
Dalam ceritanya, Jani yang dibintangi oleh Chempa Puteri menjadi saksi pertengkaran antara Julia yang dibintangi Hyori Mika dan sang Bunda, Winnie ,yang diperankan oleh Sigi Wimala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kejadian itu berlangsung tepat sebelum Julia akhirnya memilih pergi dari rumah dan meninggalkan suasana yang belum selesai. Setelah itu, Jani memilih memendam perasaannya dan tetap tinggal bersama Oma yang diperankan oleh Tutie Kirana.
Film Desember Jani dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia tahun ini, Bunda. Sejak pertama kali diumumkan, film ini sudah mencuri perhatian karena dari proses penyutradaraan, penulisan, hingga jajaran pemainnya diisi oleh perempuan.
Cerita di balik film ‘Desember Jani’ yang libatkan semua perempuan
Film Desember Jani menjadi proyek yang seluruh prosesnya dikerjakan oleh perempuan, Bunda. Mulai dari produksi, penulisan, penyutradaraan, hingga para pemain yang terlibat di dalamnya.
“Sesuatu yang menurut saya pribadi belum pernah kerja dengan perempuan sebanyak ini. Benar-benar ada Ariani sutradaranya, Cyntha Hariadi penulisnya, pemainnya juga yang semuanya sangat menyenangkan ya, itu semuanya perempuan,” ujar produser film Desember Jani, Meiske Taurisia, dalam acara makan bersama bersama para cast, sutradara, hingga penulis film Desember Jani, Kamis (21/5/2026).
Di balik konsep tersebut, film ini ingin menampilkan kekuatan karakter perempuan. Sosok perempuan digambarkan sebagai figur yang tangguh dalam berbagai situasi kehidupan.
“Kita tetap setia dengan menampilkan perempuan-perempuan yang tangguh. Kalau kita melihat cerita-cerita dari Palari Films, karakter-karakter perempuan kami memang selalu kuat. Saya rasa cukup tangguh perempuan-perempuan yang ada di Palari, dan itu juga dilanjutkan dalam film Desember Jani,” kata Meiske.
Selain itu, film ini juga mengangkat emosi perempuan dalam kehidupan rumah tangga dalam keseharian. Ceritanya menyoroti sosok Bunda, anak, hingga hubungan antara satu dengan yang lain di dalam keluarga di rumah.
“Film ini benar-benar menampilkan sebuah emosi perempuan di rumah, cerita kehidupan sehari-hari, seorang ibu yang menjadi orang tua tunggal, ada nenek juga, dan ada dua anak perempuan,” ungkapnya.
Meski begitu, konsep ini disebut tidak dibuat khusus berdasarkan gender sejak awal. Prosesnya mengalir begitu saja sesuai dengan cerita yang ingin diangkat, Bunda.
“Jadi, dari awal kita tidak pernah merancang bahwa kita harus membuat film tentang perempuan. Tidak pernah ada dalam pikiran saya untuk merancang sesuatu berdasarkan gender. Apalagi rasanya tidak begitu,” tutur Meiske.
“Kebetulan ya memang semuanya berjenis kelamin perempuan. Jadi, semesta yang sudah membentuk seperti itu,” lanjutnya.
Pesan hangat film ‘Desember Jani’
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, film keluarga ini terasa begitu dekat dengan keseharian kita. Ariani menjelaskan bahwa inti dari cerita ini adalah tentang dinamika yang terjadi di dalam sebuah keluarga.
“Ketika kita pulang, apa yang kita akan bawa? Ini film tentang banyak hal ya sebetulnya. Ini film tentang keluarga,” kata Ariani.
Sering kali dalam kehidupan, kita merasa sulit untuk mengungkapkan perasaan yang sejujurnya kepada keluarga sendiri. Ariani pun melihat bagaimana komunikasi terkadang tak selalu bisa tersampaikan dengan maksud yang baik.
“Kita melihat bagaimana hubungan keluarga kadang kita tidak selalu bisa mengatakan apa yang ingin kita katakan, dan ketika kita mengatakannya, belum tentu juga tersampaikan dengan baik,” ujar Ariani.
“Jadi, bagaimana cara keluarga ingin saling terkoneksi, tapi mereka belum benar-benar tahu caranya. Lalu dengan adanya kehilangan, ada salah satu anak yang pergi dari rumah,” sambungnya.
Selaku produser, Meiske menyampaikan bahwa film ini sebenarnya berbicara tentang cinta dalam keluarga. Namun, cinta itu hadir dengan berbagai sisi dan rasa yang tak selalu sederhana.
“Film ini sebenarnya bentuk cinta, bentuk ekspresi cinta dengan berbagai lapisan dan kompleksitas. Antara kesal tapi tetap sayang, rindu tapi kadang memilih menjauh, itu semua rasanya ada di dalam keluarga. Tapi tetap saja, itulah keluarga,” katanya.
“Jadi, momen-momen seperti ini membuat kita berpikir bahwa pada akhirnya, keluarga itu sangat penting untuk dirawat. Keluarga tidak pernah sempurna, dan memang tidak perlu dipaksakan untuk sempurna,” sambungnya.
Menurut Meiske, hal terpenting adalah bagaimana setiap orang tetap berusaha menjaga hubungan itu. Pesan inilah yang ingin dibawa dalam film Desember Jani.
“Yang penting adalah bagaimana dalam ketidaksempurnaan itu, kita tetap berusaha menjaga dan merawatnya. Mungkin itu yang saya pikir penting di film Desember Jani,” ucapnya.
Demikian ulasan mengenai film keluarga Desember Jani yang kini menjadi sorotan karena diproduseri hingga dibintangi seluruhnya oleh perempuan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(ndf/som)
PakarPBN
A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites.
In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website.
The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.