KabarJawa.com – Dalam khazanah budaya Jawa, terdapat banyak sekali paribasan atau peribahasa yang menyimpan ajaran moral mendalam (piwulang luhur). Salah satu yang paling populer dan sering terdengar hingga saat ini adalah “Anak Polah Bapa Kepradah”.
Meski terdengar sederhana, kalimat ini mengandung peringatan keras sekaligus nasihat bijak mengenai hubungan antara orang tua dan anak. Lantas, apa sebenarnya arti dan maknanya? Berikut penjelasannya.
Arti Secara Harfiah dan Maknawi
Jika dibedah kata per kata, peribahasa ini memiliki arti sebagai berikut:
- Anak: Seorang anak.
- Polah: Bertingkah, berulah, atau melakukan perbuatan (biasanya merujuk pada tingkah laku yang aktif atau negatif).
- Bapa: Bapak atau orang tua.
- Kepradah: Terbawa-bawa, terkena getahnya, atau ikut menanggung akibatnya.
Melansir dari laman resmi Universitas Insan Budi Utomo, diketahui bahwa peribahasa ini dapat diartikan setiap tingkah laku atau perbuatan anak, yang pada akhirnya menyeret orang tuanya untuk ikut menanggung malu atau bertanggung jawab atas akibat yang ditimbulkan.
Contoh Konkret dalam Kehidupan
Untuk mempermudah pemahaman, mari kita lihat contoh sederhananya dalam kehidupan sehari-hari. Bayangkan seorang anak terlibat perkelahian dengan teman sebayanya hingga menyebabkan luka fisik.
Meskipun yang melakukan pemukulan adalah sang anak, namun yang akan dipanggil oleh pihak sekolah atau kepolisian adalah orang tuanya.
Orang tua mau tidak mau harus “tampil” untuk meminta maaf, bahkan mengganti rugi biaya pengobatan korban. Inilah manifestasi nyata dari “Bapa Kepradah”, di mana orang tua ikut repot dan susah akibat ulah anaknya.
Relevansi di Era Modern dan Digital
Apakah peribahasa kuno ini masih berlaku di tahun 2026? Jawabannya sangat relevan, bahkan dampaknya terasa lebih luas dibandingkan zaman dahulu. Berikut adalah relevansinya:
Cerminan Pola Asuh (Parenting)
Di era modern, masyarakat semakin sadar bahwa pendidikan anak dipengaruhi oleh tiga faktor utama: keluarga, sekolah, dan lingkungan.
Peribahasa ini menjadi pengingat bagi orang tua tentang pentingnya pola asuh. Jika orang tua abai dalam mendidik, perilaku menyimpang anak akan dianggap sebagai “kegagalan” orang tua dalam mendidik karakter di rumah.
Jejak Digital dan Sanksi
Sosial Di zaman media sosial seperti sekarang, makna “Kepradah” menjadi semakin menakutkan. Jika seorang anak berulah dan videonya menjadi viral di media sosial, sanksi sosial tidak hanya menyerang si anak.
Warganet sering kali mencari tahu siapa orang tuanya, apa pekerjaannya, dan menyerang akun media sosial keluarga besarnya.
Nama baik keluarga yang dibangun puluhan tahun bisa hancur dalam sekejap akibat satu unggahan viral dari ulah sang anak.
Pentingnya Pendidikan Moral Sejak Dini
Peribahasa ini menegaskan kembali urgensi penanaman nilai moral. Di tengah gempuran budaya asing dan kebebasan berekspresi, orang tua memiliki tugas berat untuk menjadi filter. Mencegah anak berulah jauh lebih baik daripada harus menanggung malu dan kerugian di kemudian hari.
Orang Tua Cerminan Tingkah Laku Anak
Jadi kesimpulannya, arti Anak Polah Bapa Kepradah adalah sebuah hukum kausalitas sosial di mana tingkah laku anak akan berdampak langsung pada nasib dan nama baik orang tuanya.
Bagi seorang anak, peribahasa ini adalah rem agar selalu berhati-hati dalam bertindak demi menjaga kehormatan orang tua.
Sedangkan bagi orang tua, ini adalah pengingat untuk tidak lelah memberikan pendidikan karakter terbaik bagi buah hatinya.***
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.