KabarJawa.com– Aktivitas belajar mengajar di SMP Muhammadiyah Playen sepi sejak Senin (26/01/2026). Siswa, guru, dan kepala sekolah melaporkan sakit setelah menyantap Menu Makanan Bergizi (MBG) gratis pada Jumat (23/01/2026).
Banyak ruang kelas kosong karena sebanyak 48 siswa absen. Selain itu, 9 guru dan kepala sekolah ikut mengeluhkan gejala kesehatan yang sama, mulai dari mual, muntah, pusing, hingga diare.
Kondisi ini membuat pihak sekolah terpaksa memulangkan siswa lebih awal dan memicu penyelidikan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul.
Dugaan Keracunan SMP Muhammadiyah Playen
Kepala sekolah, Dwi Riastuti, menjelaskan, ia dan sebagian guru merasakan gejala ini sejak Jumat sore. Setelah memantau siswa, pihaknya mendapati 48 anak mengalami keluhan yang sama sejak Sabtu dan Minggu.
“Akhirnya, kami mengambil keputusan untuk memulangkan siswa lebih awal agar kondisi mereka membaik,” katanya.
Beberapa siswa yang tetap hadir akhirnya terpaksa pulang karena kondisi kesehatannya tidak membaik. Bahkan, beberapa anak sempat mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat (UGD) rumah sakit karena gejalanya cukup parah.
Pihak sekolah menduga penyebab gangguan kesehatan ini terkait dengan MBG pada Jumat (23/01/2026). Menurut guru Septianingrum, gejala mual, muntah, pusing, dan diare muncul bertahap. Awalnya beberapa orang mengira masalah ini hanya menimpa satu atau dua siswa.
“Namun, setelah laporan serupa muncul dari banyak pihak, dugaan keracunan mulai disadari,” ujarnya.
Hasil pendataan sekolah mencatat 48 siswa, 9 guru, dan 1 kepala sekolah mengalami gejala yang serupa dalam rentang waktu Jumat hingga Senin. Kondisi ini memaksa sekolah menyesuaikan jam belajar mengajar untuk memastikan kesehatan siswa tetap terjaga.
Untuk mengantisipasi kondisi yang lebih buruk, pihak sekolah memulangkan siswa lebih awal sejak Senin dan Selasa. Kepala sekolah menegaskan langkah ini bertujuan agar siswa mendapatkan penanganan lebih cepat dan kondisi tidak bertambah parah.
“Langkah ini juga kami ambil karena beberapa siswa sudah meminta izin pulang sejak Senin karena keluhan kesehatan mereka,” tambah Dwi Riastuti.
Pihak SPPG Playen dan Dinkes Turun Tangan
Pihak SPPG Playen membenarkan adanya laporan terkait kondisi siswa dan guru. Kepala SPPG Playen, Rama Jatu, menegaskan, Informasi kondisi siswa baru mereka terima Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Saat ini, kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab gangguan kesehatan ini. Jika benar terkait MBG, pihak kami siap bertanggung jawab,” tuturnya.
Sementara itu, Dinas Kesehatan Gunungkidul telah mengambil sampel makanan dari sekolah dan akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Ismono, menyatakan, pihaknya masih dalam proses penyelidikan epidemiologi.
“Anak-anak melaporkan makan MBG pada Jumat (23/01/2026), namun gejala muncul pada Senin (26/01/2026). Penyelidikan ini akan memastikan sumber gangguan kesehatan,” ujarnya.
Berikut adalah kronologi singkatnya.
- Jumat (23/01/2026) – Siswa dan guru menyantap MBG di sekolah.
- Sabtu – Minggu (24–25/01/2026) – Beberapa siswa mulai merasakan mual, pusing, diare, dan muntah, tetapi dianggap gejala individual.
- Senin (26/01/2026) – Puluhan siswa, guru, dan kepala sekolah melaporkan gejala yang sama. Sekolah memulangkan siswa lebih awal.
- Senin pagi – Pihak SPPG dan Dinkes menerima laporan dan mulai melakukan penyelidikan. (ef linangkung)
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.