KabarJawa.com – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo alias Jokowi, angkat bicara mengenai situasi yang tengah berkembang di Keraton Kasunanan Surakarta pasca wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono XIII.
Kepergian Sang Raja membawa diperkirakan akan perubahan besar bagi lingkungan keraton, terlebih setelah muncul dua sosok yang kini ramai diberitakan yakni Gusti Purbaya dan Kanjeng Gusti Pangeran Harya Panembahan Agung (KGPA) Tedjowulan.
Jokowi menyebut bahwa proses suksesi dan dinamika di lingkungan keraton sepenuhnya merupakan urusan internal keluarga besar Kasunanan Surakarta.
“Ini masalah internal keraton. Kita menghargai, keluarga besar keraton dan juga adat istiadat yang ada,” ujarnya pada Kamis, 6 November 2025
Mantan presiden yang juga ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu menegaskan, pihaknya tidak akan ikut campur dalam urusan adat dan tradisi yang berlaku di keraton.
“Sekali lagi, urusan internal keraton,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Jokowi tak ingin turut campur dalam urusan internal kerajaan.
Untuk diketahui pada tahun 2012, tepatnya saat masih menjabat sebagai Wali Kota Solo, Jokowi pernah terlibat langsung dalam mendamaikan dua kubu yang berseteru di tubuh Kasunanan Surakarta .
Kedua kubu tersebut yaitu Hangabehi dan Tedjowulan yang mana kala itu mereka sepakat menandatangani akta rekonsiliasi.
Dinamika Lingkungan Keraton Solo
Sebelumnya, Gusti Purbaya, putra almarhum Pakubuwono XIII membacakan ikrar naik takhta pada Rabu, 5 November 2025.
Dalam kesempatan itu, ia menyatakan diri sebagai Sampeyandalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan Pakubuwono XIV, penerus Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat.
Namun, tidak lama setelah prosesi tersebut, beredar kabar bahwa KGPA Tedjowulan kini memegang mandat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Raja.
Posisi ini bukan tanpa dasar, sebab diklaim mengacu pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 430 Tahun 2017.
Sehingga, Tedjowulan ditugaskan untuk menjadi pelaksana tugas dalam menjalankan urusan pemerintahan keraton dan menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Kondisi inilah yang menimbulkan dinamika baru di lingkungan Kasunanan Surakarta.
Jokowi Tekankan Kerukunan
Kembali soal Jokowi, ia pun mengingatkan agar semua elemen tetap menjaga persatuan dan menghormati adat yang berlaku.
“Yang paling penting, kita semua bisa saling menjaga kerukunan dan semua permasalahan bisa terselesaikan,” katanya.
Kini, publik menantikan langkah selanjutnya dari keluarga besar keraton terkait penetapan resmi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV, sekaligus berharap agar proses tersebut berlangsung damai serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur budaya Jawa.***
News
Berita Olahraga
News
Berita Terkini
Berita Terbaru
Berita Teknologi
Seputar Teknologi
Drama Korea
Resep Masakan
Pendidikan
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Berita Terbaru
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.